100%
Jakarta (26/10) — Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) (Samsul Widodo) menghadiri Liga Innovilleague 2026 sebagai salah satu anggota dewan juri. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Hotel Horison Suites and Residences Rasuna Jakarta ini merupakan tahap akhir penilaian program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan dan dijalankan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Liga Innovilleague 2026 menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan mempresentasikan gagasan inovasi dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat melalui program pemberdayaan. Sebanyak delapan tim finalis mengikuti tahap penilaian dengan membawa gagasan program yang mereka inisiasi, yaitu :
1. Institut Teknologi Sepuluh Nopember — Estafet Sosial
2. Universitas Negeri Padang — OSABE
3. Universitas Indonesia — Katalis
4. Universitas Jember — Sobat Bumi
5. Universitas Negeri Surabaya — Pandawa
6. Universitas Islam Indonesia — AWIS Swadaya
7. Universitas Jenderal Soedirman — Maggotpreneur
8. Universitas Pendidikan Ganesha — Jagat Berdampak
Bahan presentasi bisa diakses melalui tautan berikut : bit.ly/BahanFinalisInnovilleague
Dalam proses penjurian, para finalis memaparkan program yang dijalankan, menjawab pertanyaan dewan juri, serta memberikan tanggapan terhadap program tim lain. Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan capaian program berdasarkan bukti dan menunjukkan sejauh mana masyarakat terlibat dalam pelaksanaan maupun pengelolaan hasilnya.
Aspek keberlanjutan menjadi salah satu perhatian utama dalam penilaian. Program pemberdayaan diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan mahasiswa selesai, tetapi memiliki pengelola lokal, dukungan sumber daya, serta peluang pengembangan agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.
Keterlibatan Dirjen PPDT dalam penjurian ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di daerah, termasuk wilayah tertinggal. Inisiatif mahasiswa diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi dalam mengembangkan pendekatan pemberdayaan yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Innovilleague 2026, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendorong lahirnya solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat