100%
Ditjen-Percepatan-Pembangunan-Daerah-Tertinggal
Nusa Tenggara Timur, 9 Mei 2026 — Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Yayasan Solar Chapter Indonesia menggelar Graduation sebagai penutup rangkaian Program Solar Champion Youth Facilitator Season 2. Graduation ini merupakan momentum apresiasi atas perjalanan belajar para peserta sekaligus memperkuat komitmen sebagai agen perubahan di daerah masing-masing. Sebanyak 61 peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti seluruh rangkaian program yang berlangsung dari 27 Februari hingga 2 Mei 2026.
Rangkaian program meliputi sesi pembelajaran daring mengenai asesmen kebutuhan air, perencanaan sistem, desain teknis, penganggaran, pemilihan vendor, pemeliharaan sistem air bersih tenaga Surya hingga monitoring dan evaluasi. Selain sesi pembelajaran daring, peserta juga mengikuti peer-to-peer learning dan studi lapangan di Desa Nansean, Kabupaten Timor Tengah Utara, guna melihat langsung praktik pengelolaan air bersih berbasis energi terbarukan.
Kegiatan graduation dibuka dengan sambutan dari founder Solar Chapter, Mustika Wijaya, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, mentor, dan pihak yang telah terlibat dalam perjalanan program Solar Champion Youth Facilitator. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan bagi lahirnya lebih banyak masyarakat lokal yang peduli terhadap isu air bersih dan energi terbarukan di NTT.
Selanjutnya, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Drs. Samsul Widodo, MA menyoroti bahwa tantangan akses air bersih di NTT tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber air, tetapi juga perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap air minum.
Beliau menyampaikan bahwa pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan air galon dapat mencapai ratusan ribu rupiah setiap bulan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama untuk memastikan sumber air lokal dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman bagi masyarakat. Beliau juga berharap para peserta Solar Champions dapat menjadi penggerak di desa masing-masing serta mendorong kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah dalam penyediaan air bersih berkelanjutan.
Rangkaian graduation berlangsung akrab dan penuh antusiasme. Selain pemutaran video perjalanan field study, kegiatan juga diisi dengan sesi kuis interaktif, pemberian penghargaan Best Champion sebagai bentuk apresiasi dan partisipasi aktif selama rangkaian pelatihan berlangsung. Menariknya 2 dari 3 penerima penghargaan Best Champions merupakan pendamping desa, yaitu Fransiskus Naisauli (Kabupaten TTU) dan Anita Mataufue (Kabupaten Sikka)
Pemenang Best Champion lainnya, Pzalmine Benusu, menyampaikan bahwa program ini memberinya pengalaman dan pembelajaran baru tentang pentingnya akses air bersih dan energi terbarukan bagi masyarakat. Menurutnya, kunjungan lapangan di Desa Nansean menjadi momen paling berkesan karena ia dapat melihat langsung bagaimana sistem air bersih tenaga surya membantu masyarakat dan membuka peluang ekonomi produktif di desa.
Melalui program kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat lokal yang terlibat aktif dalam isu swasembada air dan pembangunan berkelanjutan di desa-desa NTT. Semangat kolaborasi yang terbangun selama program diharapkan terus mengalir dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat desa khususnya di Daerah Tertinggal