100%
Daerah Tertinggal
Denpasar (24/4) – Pertemuan antara Dirjen PPDT Kemendesa PDT (Samsul Widodo), Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN (Bonivasius Prasetya Ichtiarto), Tim Biro Perencanaan dan Kerjasama (Yoga Sidharta) serta CEO and Chairperson ARUNGI (Dinnia Joedadibrata) dan Chief of Program and Impact ARUNGI (Endah Setyaningsih), membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan program ketahanan pangan dan gizi di wilayah terpencil melalui inisiatif Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN) periode 2026–2031.
Program ini merupakan pengembangan dari NusaTani yang telah menunjukkan dampak signifikan, antara lain peningkatan pengetahuan petani hingga 53%, peningkatan praktik budidaya pangan bergizi dari 3,3% menjadi 63,6%, serta peningkatan produksi pangan hingga 79,4%. Ke depan, NuFRN akan diimplementasikan di Kabupaten Sumba Barat dan Rote Ndao dengan target lebih dari 80 ribu petani dan 2.000 keluarga dengan anak malnutrisi, serta memiliki potensi untuk diperluas ke wilayah lainnya.
Pendekatan program menggunakan kerangka sistem pangan terpadu (food system), yang mencakup peningkatan produksi pangan bergizi berbasis iklim, penguatan peran BUMDes sebagai agregator ekonomi dan pemasaran, edukasi perubahan perilaku konsumsi, serta intervensi di tingkat rumah tangga melalui kelas parenting dan pengolahan pangan. Selain itu, ARUNGI juga memaparkan strategi lima tahun ke depan yang berfokus pada peningkatan gizi dan penghidupan masyarakat, penguatan akses inklusif bagi perempuan dan kelompok rentan, peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta pengembangan local changemakers di tingkat desa.
Dalam diskusi, teridentifikasi potensi sinergi dengan program bersama khususnya dalam penguatan ketahanan pangan desa, percepatan penanganan stunting, serta penguatan BUMDes. Program ini dinilai memiliki pendekatan yang komprehensif dan berbasis bukti, sehingga berpotensi menjadi model replikasi di wilayah perdesaan lainnya.
Sebagai bagian dari proses penjajakan kerja sama, direncanakan penandatanganan kesepahaman yang akan dilanjutkan dengan rangkaian roadshow audiensi bersama mitra terkait guna memperkuat dukungan teknis, riset, serta pengembangan kapasitas dalam implementasi program. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong model kolaborasi pembangunan desa yang terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan.