100%
Berita Umum
Jakarta 30 Juni 2026 – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) bersama Food and Agriculture Organization (FAO) melanjutkan pelaksanaan Senior Level Training: Leveraging Governance and Cross Institutional Coordination for Agrifood Systems Transformation in Indonesia pada hari kedua pelatihan. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan tata kelola, koordinasi lintas sektor, serta penyusunan rencana aksi sebagai upaya mempercepat transformasi sistem agripangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Pada sesi diskusi, peserta yang berasal dari berbagai kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan dibagi ke dalam empat kelompok untuk membahas isu strategis, yaitu penguatan ketahanan pangan desa, tata kelola dan daya saing, pengembangan pemuda pelopor desa, serta pembangunan lumbung pangan desa. Setiap kelompok mengidentifikasi akar permasalahan, menyusun langkah-langkah strategis, serta merumuskan rencana aksi yang implementatif dengan melibatkan berbagai aktor sesuai peran dan kewenangannya.
Hasil pembahasan menegaskan bahwa penguatan sistem monitoring dan evaluasi pemanfaatan Dana Desa, penerapan tata kelola yang adaptif dan berbasis bukti (evidence-based policy), integrasi data dan inovasi pemuda desa, serta pengembangan lumbung pangan desa merupakan faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Seluruh rencana aksi tersebut memerlukan koordinasi lintas institusi yang efektif, sinkronisasi kebijakan, serta kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan.
Sebagai tindak lanjut, peserta mengikuti simulasi koordinasi lintas pemangku kepentingan dengan berperan sebagai representasi kementerian yang membidangi urusan pertanian, kementerian yang membidangi pengelolaan keuangan negara, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan perwakilan pemuda. Melalui simulasi tersebut, masing-masing pihak menyampaikan dukungan, kontribusi, dan komitmennya dalam mengimplementasikan rencana aksi sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Perwakilan kementerian/lembaga menekankan pentingnya integrasi data, harmonisasi regulasi, penyelarasan perencanaan dan penganggaran, serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar berbagai program pembangunan desa dan ketahanan pangan dapat berjalan secara efektif, saling melengkapi, dan menghindari tumpang tindih kebijakan. Selain itu, dukungan terhadap inovasi pemuda desa, penguatan kelembagaan desa, serta optimalisasi pemanfaatan Dana Desa dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, Kemendesa PDT bersama FAO berharap terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat antarkementerian/lembaga serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan transformasi sistem agripangan yang tangguh, meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat kesejahteraan masyarakat desa, dan mendukung pencapaian pembangunan desa yang berkelanjutan.