100%
Daerah Tertinggal
Sabu Raijua, 1 Oktober 2026 - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Universitas Indonesia melaksanakan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan di Kabupaten Sabu Raijua sebagai upaya memperkuat peran kader dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat berbasis desa.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 29 September–1 Oktober 2026, di Gereja Jemaat Pniel Menia. Kegiatan dibuka oleh Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, S.E., M.M., bersama Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Budaya dan Kelembagaan Daerah Tertinggal (PPSBK), Dr. Dimposma Sihombing, S.Sos., M.A.P., serta perwakilan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia dan didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan kepada 60 kader kesehatan pada 12 Posyandu dalam mendukung Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup. Selama dua hari agenda inti, para kader mendapatkan penguatan mengenai Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pelayanan berdasarkan siklus hidup, serta pengenalan 25 keterampilan dasar kader yang mencakup kelompok ibu hamil dan menyusui, bayi-balita dan anak prasekolah, anak usia sekolah dan remaja, serta dewasa dan lansia. Pembelajaran dilanjutkan dengan praktik melalui empat skill station dan workshop penyusunan rencana aksi desa, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi langkah tindak lanjut sesuai kebutuhan masing-masing desa. Kegiatan juga diakhiri dengan presentasi kelompok, post-test, pemberian masukan lintas desa, dan deklarasi komitmen.
Untuk memastikan keberlanjutan rencana aksi tersebut, Kemendes PDT akan berkolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Kupang dalam pendampingan implementasi rencana aksi di desa. Pendampingan diarahkan untuk memperkuat kualitas dan aktivitas Posyandu di tingkat desa sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan capaian Indeks Desa.
Peninjauan Lapangan Program Prioritas Nasional di Kab Sabu Raijua
Di sela pelaksanaan kegiatan, Direktur PPSBK juga meninjau sejumlah program pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua dengan didampingi Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, di Kabupaten Sabu Raijua. Kunjungan tersebut mencakup dua SPPG yang telah beroperasi, tiga Koperasi Desa Merah Putih yang sedang dalam proses pembangunan, serta lahan pembangunan Sekolah Rakyat yang telah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sabu Raijua.
Salah satu SPPG yang dikunjungi, yaitu SPPG Raelolo, saat ini melayani sekitar 3.167 siswa dari 15 sekolah. Keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki manfaat penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Sabu Raijua, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Saat ini terdapat dua SPPG yang telah beroperasi di Sabu Raijua, sementara penguatan layanan pemenuhan gizi masih terus dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah.
Selain meninjau SPPG, Direktur PPSBK juga melihat perkembangan Koperasi Desa Merah Putih. Dari 11 Koperasi Desa Merah Putih yang dipersiapkan di Kabupaten Sabu Raijua, 3 koperasi saat ini berada dalam proses pembangunan. Penguatan kelembagaan ekonomi desa tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan berbagai program pembangunan lainnya di tingkat desa.
Melalui kunjungan tersebut, Kemendes PDT turut melihat secara langsung perkembangan sejumlah program prioritas di Sabu Raijua sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan Sabu Raijua secara terpadu, baik melalui penguatan layanan kesehatan dan Posyandu, pemenuhan gizi masyarakat, pengembangan ekonomi desa, maupun peningkatan akses pendidikan.